H-5 sebentar lagi kembali menuju kampung halaman,iya itu Ramadhan 2014 ini.
Kembali...kembali menuju kampung halaman
Menuju...itulah manusia,darimana dia dulu berasal kemudian ada waktunya kembali untuk menuju.
Kampung halaman...iya itulah hidup setelah mati,kehidupan abadi untuk pulang.
Sebentar..
Kembali pada sifat hakikinya badan,iya ragawi
Yang tidak abadi,mudah rusak hancur,penuh noda-noda,destruktif
Raga ini,badan ini seperti sangkar yang membelenggu
Burung itu akan singgah setelah lepas dari sangkar
Sebentar..
Burung (jiwa) ini akan tiba waktunya diperintahkan terbang
Setelah ditugaskan selesai bertandang diduniawi
Itu jiwa ini yang berjalan menuju kampung halaman
Duniawi,iya penuh nafsu-nafsu belaka
Sebentar..
Itu burung,dan ibarat isi terkelupas dari kulit
Kulit (raga) ini tidak akan abadi hidup
Hanya melindungi isi sebentar
Hanya pinjaman,tidak patut disedihkan dibangga-banggakan
Sebentar..
Akal,hati nurani
Iya,akal yang selalu memaksa,menuruti nafsu
Hati nurani ini,jiwa ini,pandaikan mengendalikan akal
Bukan akal yang mengendalikan jiwa
Sebentar..
Suara jiwa menuntun badan
Dengar suara-suara hati nurani
Pahami setiap kesalahan yang benar,kebenaran yang salah
Bukan akal lagi yang selalu memaksai jiwa
Sebentar..
Dengan manusia,dengan alam
Belajar setiap yang haq
Fitri,sepatutnya kembali ke fitri
Pernahkah berfikir walau sebentar kian mengikis
Sebentar..
Bagaimana bersaksi (syahadat)
Bagaimana rukun melakukan (shalat)
Bagaimana mengeluarkan melakukan (zakat)
Bagaimana menahan melakukan (puasa)
Kemana hakikat semestinya
Sebentar..
Jangan beranggapan iya
Belum semua berasal dari jiwa,rasa,hati nurani
Hanya atau sekedar menggugurkan kewajiban
Menyatulah akal kedalam jiwa demi menuju
Sebentar..
Benar Engkau katakan,dalam keadaan merugi
Setiap melakukan belum merasakan
Setiap genggaman hanya udara
Setiap gelap belum menemukan ketenangan
Sebentar..
Duduk disetiap keheningan malam
Yang mampu menentramkan nurani,akal
Rasakan,hayati,pahami tiap-tiap hembusan nafas
Hingga lahir,bahwa Tuhan benar-benar dekat
Sebentar..
Dekat,iya tanpa bisa disentuh
Namun jauh tanpa diangan-angankan
Mengerti menyembah dengan segenap jiwa rasa nurani
Bukan sekedar ataupun hanya dengan gerakan badan
Iya,belajar memahami kampung halaman
Iya,belajar mengendalikan badan yang penuh nafsu
Iya,bukan badan tapi jiwa ini..isi ini yang kelak akan berjalan
Iya,sebentar sentuhlah..sebentar pahami..sebentar mengerti paham...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar