Senin, 07 Juli 2014

KUSUTNYA MATA

Bukan..
Mereka mempunyai topengnya masing-masing,sementara aku belum cukup cerdas mengetahui kenampakan aslinya,mereka hanya berperan sesuai perannya,mereka menunjukan apa yang pantas yang wajar bagi orang lain ketahui

Bukan..
Begitu mudahnya orang menilai orang,bagaimana engkau menilai sedangkan engkau tidak mengetahui kesebenarannya!? Begitu gampangnya orang meremehkan orang,bagaimana engkau meremehkan dibalik kebiasasajaanya!?

Iya..
Hanya sebatas itukah mata orang melihat,sementara melihat mata sendiripun belum benar terlihat tanpa cermin. Hanya sebatas itukah mata orang menilai orang,sementara menilai mata sendiripun belum ternilai.

Iya..
Memang tidak ada mengetahui selain yang mengetahui,lantas masih pantaskah mata orang menilai orang!? Yang hanya subyektif,tanpa lengkapnya kesadaran.

Iya..
Namun begitu mudahnya penilaian itu sering kali menjatuhkan,hingga nampak seperti anak kecil yang setiap kemarahanya ia tancapkan paku pada pagar kayu kemudian ia cabut kembali si paku,aku si pagar kayu.

Bukan Iya..
Demikianlah aku yang harus memahami orang memahami diriku,demikianlah aku yang masih perlu dijatuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar