Malam yang membelenggu
Menahan dingin tanpa selembar selimut
Pagi menutup malam
Menutup semua kata-kataku
Namun hati kan terus berbicara
Aku tak kuasa menahan rindu
Seperti menahan dingin malam pagi ini
Semakin tak kuasa ku tahan
Belenggu besi mengikat begitu keras
Terantai menunjang ke ulu hati
Ingin ku jelajahi angkasa bersamamu
Namun aku bertanya-tanya
Sudah layakkah aku untukmu
Sedang langkahkupun masih tertusuki sisa bebatuan
Yang entah berujung semerbak atau gelap
Beriring pilu bertabuh tabu menggebu-gebu
Hanya mimpi semu ingin memiliki
Seperti perjudian yang hanya mengharap
Kupandangi bintang tak satupun dapat aku gapai
Semakin terbang tinggi semakin sulit mencari titik indah
Aku tau mengerti hati
Embun pagipun enggan berpisah dengan malam
Seakan gelisah menanti mentari
Penghalang rindu bersuara gincu
Tidak ada menanti kepastian yang pasti
Aku berirama sederhana
Aku tidak berjanji untuk memberikan hidup
Layaknya hidup yang menjalar ke langit-langit
Aku hanya mampu berkata
Untuk menjagamu merawat sebagai kehormatan hidupku
Akankah mau bersamaku yang mengumbar biasa saja
Sedangkan kau menggema begitu hebat
Hanya untuk saling mengingatkan bukan nasihat menasihati
Hidup ini tauladhan
Alam ini tauladhan
Apalagi,setiap yang melatapun telah dijamin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar